
Kenyataan ini mendatangkan keinginan dari sang pelatih, Freddie Roach, untuk membawa Pacquiao turun kelas dari divisi welterweight (147lbs) ke divisi light-welterweight (140). Buat Roach, bobot pukulan Pacquiao dianggap kurang mumpuni untuk melawan petinju-petinju berpostur besar di kelas welter.
“Mannu Pacquiao – dia bukan petinju dengan pukulan yang hebat di (kelas) 147 seperti yang diperkirakan banyak orang. Semua orang bilang dia tak mampu lagi menang KO seperti saat melawan (Ricky) Hatton di kelas 135 dan 140,” ujar Roach, seperti diwartakan BoxingNews24, Jumat (18/4/2014).
“Saya akan memintanya jika dia bisa bertarung di kelas 140, karena di kelas itulah dia bisa bertarung lebih baik. Dia takkan kesulitan karena dia sering bertarung dengan petinju bertubuh besar dan lebih kuat. (Tim) Bradley, setidaknya dia berbobot 160 saat naik ke atas ring (di pertarungan vs Pacquiao akhir pekan lalu),” lanjutnya.
Kemungkinan petinju Filipina itu untuk turun kelas pun semakin besar setelah Pacquiao, punya tanggapan senada dengan Roach. Pacquiao juga menyadari bahwa bobot tubuhnya terbilang kecil untuk ukuran petinju di kelas welter.
“Sebenarnya saya termasuk kecil untuk kelas welter. Saya pernah bertarung layaknya petinju kelas ringan (135) saat saya melawan Oscar de la Hoya di kelas welter pada pertarungan Desember 2008 lalu,” timpal Pacquiao.
0 komentar:
Posting Komentar